Untuk Teman

Rabu, 02 Desember 2009

Teman, aku tau kadang sikap ku tidak menyenangkan, aku sadar kadang ego ku kuasai diri, dan aku juga tak bisa pungkiri kadang ada perilaku tidak peduli ku lakukan padamu.
Ada saat jarak terbentang antara kita, ada saat saling tidak menyapa dan kirimkan kabar, dan ada saat kita sibuk dengan cerita kita masing-masing.
Tapi kamu tak pernah menolak saat ku perlu tempat untuk berbagi, sekedar sampaikan rasa yang menyesak di dada, sekedar ringankan beban hati yang tersandang, sekedar ungkapkan emosi yang tersimpan.
Kamu juga selalu bersedia dengarkan semua keluhku, tenangkan resahku, temani sepiku.
Banyak cerita yang kita bagi, banyak mimpi yang kita rangkai, banyak kisah yang kita lalui.
Ada saat kita tertawa karena bahagia menyapa, ada saat kita tersenyum karena perasaan nyaman lingkupi hati, ada saat kita merenung karena nyata tak sesuai harap, ada saat kita merutuk karena merasa takdir tak adil pada kita.
Meski tak selalu terasa manis, meski tak selalu berbalut tawa tapi kamu adalah warna tersendiri di kisahku. Banyak cerita terangkai bersama hadirmu, banyak kisah terbagi denganmu.
Terimakasih untuk pertemanan yang istimewa ini, jangan lelah menjadi teman ku y....... ^_^

Gini terusanNa......

Kekasih di Surga

Sabtu, 28 November 2009

Sakit, aku merasakan sakit disekujur tubuhku, sakit yang benar2 sudah tak tertahankan, semuanya terasa gelap dalam pandanganku, tapi di penjuru hatiku ku merasakan sebentuk kebahagiaan, karena ku tau inilah saat terindah dalam hidupku, saat ku akan berjumpa dengan kekasihku. Entah sudah berapa dalam kerinduanku padanya, yang ku tau aku telah buktikan padanya ku mampu bertahan dengan berjuta puing-puing kenangan tentang aku dan kekasihku. Banyak hal yang ingin kutanyakan, sebanding dengan banyak hal yang ingin kuceritan, bagaimana kabarnya sekarang, masihkah dia sama seperti yang ku kenal dulu.
Ku masih menyimpan dengan baik semua memori tentang dirinya, ku juga masih menjaga rasaku hanya untuk dirinya. Meski terlalu banyak hari yang kulalui tanpa hadirnya.
Rasanya baru saja aku mengenalnya, terasa sangat singkat waktu yang ku lewati bersamanya, tiba-tiba perpisahan datang menyapa, dan mau tak mau aku harus ikhlaskannya.
Kadang masih terbayang manis sikapnya, hangat kasihnya, atau manja tingkahnya saat ingin diperhatikan. Terlalu indah untuk melupakan semua hal tentang dirinya. Terlalu sempurna rasaku padanya untuk dilewatkan. Rasa rindu kerap menyergap saat rangkaian memori itu tampak di imaji, tapi sekuat apapun rindu yang menyerang aku tak punyai kesempatan utuk bersamanya, atau pun sekedar melihat dirinya.
Andra Yudha, aku mengenalnya bertahun yang lalu saat ku masih jalani hidupku sebagai mahasiswa baru dikampus Arsitektur, dia adalah senior yang kukagumi, 2 tingkat di atasku. Siapa sangka rasaku berbalas, berawal dari bimbingan mengerjakan tugas yang sering diberikannya, berlanjut dengan sebuah hubungan yang lebih dari sekedar teman.
Banyak fase kehidupan kampus yang ku lewati bersama hadirnya, banyak cerita terukir disana, meski kadang ada sandungan kecil semuanya tetap menjadi suatu rangkaian kisah yang harmoni.
Dua tahun setelah perkenalanku, dia menuntaskan pendidikannya, menyandang gelar ST dibelakang namanya, kami mulai membangun mimpi tentang masa depan yang kami ingini. Tidak lama memikul status pengangguran nasib baik berpihak padanya, kesempatan mengabdi sebagai seorang PNS diperolehnya, lalu mendapat penempatan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah di luar kota. Fase ini mulai mengubah ritme kehidupannya, memulai kehidupan sendiri disana demi sebuah mimpi yang sempat kami rangkai bersama. Memulai perjuangan di Senin pagi lalu kembali ke kotaku di Jumat siang untuk saling berbagi kisah yang dimiliki.
Saat jarak memisahkan sama sekali bukan pembatas bagi kami untuk tetap menjaga indahnya kisah yang telah terbangun. Di akhir minggu dia selalu ada untukku, sekedar mengomentari tugas-tugas studio ku atau menghabiskan waktu bersama untuk merefresh pikiran. Semua tetap terlihat istimewa melalui pandangan sederhanaku. Sikapnya tetap sama, dengan tingkat kedewasaan yang semakin bertambah. Tak ada keraguan di hatiku akan ketulusan dan kesetiaan yang dijanjikannya, karena akupun lakukan hal yang sama untuk dirinya.
Waktu berjalan semua berlalu sebagaimana seharusnya, sampai pada suatu peristiwa di pagi musim hujan itu. Peristiwa yang mengubah mimpiku, peristiwa yang membalikkan semua harapku, peristiwa yang tak pernah ku ingini terjadi di catatan kisahku.
Kegelisahan yang tak mau beranjak terus menemani aktifitasku di pagi itu, ku masih merapikan kertas-kertas gambarku saat nama Adit terlihat di layar handphoneku, suara yang sudah bercampur isakan menambah kencang degup jantungku, sebuah kabar yang sama sekali tak ku harapkan datang di pagi ini tiba-tiba meluncur dari bibir Adit.
Semuanya mendadak menjadi kelam, ditemani mama, aku langsung menuju rumah sakit, ku lihat Adit duduk tertunduk di depan ICU, Bunda malah tak mampu lagi untuk membuka matanya. Sedang kekasihku, dia ada di dalam, berjuang untuk mempertahankan hidupnya, tak ada yang bisa ku lakukan lagi, selain terus berucap doa agar Tuhan masih bermurah hati pada kami, agar Tuhan tidak merebut Andra dari kami. Dari Bunda yang sangat mengasihi, dari Adit yang tak ingin ditinggal abangnya, dan dari aku yang sangat menyayanginya. Tapi Tuhan rupanya tak berkenan kabulkan pintaku, Tuhan merebutnya, dan ku tak punya kuasa untuk menentangnya.
Kecelakaan motor di pagi yang basah itu membawa kekasihku pergi selama-lamanya, mematahkan semua mimpi yang telah terangkai indah, kekasihku tak mampu bertahan setelah dia dan motor kesayangannya jatuh ke sisi jembatan yang kondisinya tidak layak.
Semua orang yang menemuiku datang dengan kalimat-kalimat yang serupa, memintaku bersabar, memintaku ikhlas dan meyakinkan bahwa hidupku akan terus berjalan, bahwa mimpi-mimpiku akan tetap teraih meski kekasihku sudah tidak bersamaku lagi.
Meski berat aku tetap lanjutkan hidup, mulai merangkai mimpiku sendiri, mencoba untuk kuat bertahan meski hanya ditemani sejuta puing kenangan yang sempat tercipta saat masih bersama.
Aku menyelesaikan kuliahku di tahun ke empat, lalu mulai merajut karier sebagai seorang karyawati di sebuah Bank swasta. Semua berjalan wajar, ku nikmati kehidupanku dengan santai dan apa adanya.
Sampai akhirnya aku ada disini, disebuah kamar rumah sakit, kanker hati yang akhirnya membawaku kesini. Ku dengar suara mama menglafalkan kalimat-kalimat Ilahi, membimbing bibirku untuk mengiringinya. Kurasakan sakit yang semakin di sekujur tubuhku, sakit yang semakin tak tertahankan. Dan inilah saatnya, saat aku dan kekasihku akan bersama kembali, inilah saat terindah dalam hidupku saat malaikat menjemputku untuk menemani kekasihku di surga..

Gini terusanNa......

Hiatus panjang

Jumat, 14 Agustus 2009

Lama na gak nulis disini.. Lama gak nulis bukan berarti ngelupain blog, kesibukan laen la yg membuat diriku menjadi hiatus slama ini.. Daaaann kesibukan lain itu bernama mukabuku a.k.a pesbuk..xixixiTiap hari yg dikerjain komen2an disana.. byk jg siy manfaat na jejaring pertemanan yg satu ntu, bisa mendekatkan kembali teman2 lama yg sudah terpisah lokasi, tp semenjak ada yg namanya pesbuk ini jd berasa ngumpul lg,.heee


Gini terusanNa......

Olahraga Terbaik untuk si Pemula

Minggu, 01 Maret 2009

Saat niat untuk jadi lebih sehat makin bulat, kita pun terdorong untuk lebih sering berolahraga. Jangan cemaskan hal yang tak penting

Chris Freytag, ahli kebugaran yang juga penulis Shortcuts fo Big Weight Loss dan Move to Lose memberikan empat tip untuk tetap termotivasi dan bebas dari cedera:

1.Perlahan tapi pasti
Olahraga yang memerlukan kecepatan tinggi ternyata malah tidak cocok untuk dilakukan mereka yang obesitas dan ingin menurunkan berat badannya. Penelitian dari Iowa State University menemukan bahwa para penderita obesitas jauh lebih aman apabila melakukan olahraga berjalan dengan kecepatan yang mereka pilih. Plus, mereka pun akan lebih setia pada komitmen berolahraganya.

2.Pilih yang low impact
Semakin kecil tekanan yang diberikan pada persendian bisa menjauhkan kita dari cedera, terutama bila ada banyak timbunan lemak yang perlu dihilangkan. Berjalan begitu mudah untuk dilakukan, plus baik untu kesehatan jantung dan program pengecilan pinggang. Selain itu, Anda bisa coba olahraga seperti berenang dan bersepeda, yang juga ramah bagi persendian.

3.Tambah durasi
Mulailah dengan durasi 10 menit dan frekuensi 3-4 hari per minggu. Lalu, tambahkan 5 menit di setiap minggu, hingga pada akhirnya Anda telah berolahraga selama 30 menit per sesi.

4.Dengarkan tubuh Anda
Kelelahan, rasa terbakar pada otot, dan sedikit sukar bernapas adalah hal yang wajar pada latihan. Tapi, begitu Anda mulai amat sulit menghirup udara, merasa pusing dan ingin pingsan, atau malah mual dan rasa nyeri begitu menusuk, segera berhenti berlatih dan berkonsultasi pada dokter. Ini bukan pertanda yang baik!

artikel ini diambil dari Prevention Indonesia

Gini terusanNa......

Senangnya Bersepeda Lagi!

Sabtu, 14 Februari 2009

Kembali ke masa lalu, tentunya kita masih ingat ketika kita memiliki sepeda mini cantik lengkap dengan keranjang di bagian depannya. Kini, sepeda mini itu sudah tak sanggup lagi menopang berat tubuh kita yang telah beranjak dewasa. Untungnya, bentuk sepeda pun semakin diperbarui dari tahun ke tahun mengikuti perkembangan kebutuhan konsumen.

Untuk memenuhi kebutuhan wanita, sepeda kini didisain lebih khusus rangka yang lebih kecil sesuai dengan postur tubuh wanita, rem tangan yang lebih rendah untuk ukuran tangan kita yang kecil, dan tempat duduk yang lebih lebar agar nyaman bagi panggul wanita. Semuanya dirancang secara proporsioanl agar sesuai dengan torso, lengan, dan kaki sehingga kita dapat mengayuh sepeda lebih cepat, lama dan nyaman .

Jika belum memiliki sepeda, jangan khawatir. Dengan harga mulai dari 1 – 2 juta rupiah kita sudah bisa mendapatkan sepeda dengan kualitas terbaik. Berikut beberapa sepeda umum yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan kita.

Road bike atau sepeda balap dicirikan oleh ban yang kurus dan stang yang melengkung ke bawah, lebih banyak roda giginya, ringan, dan dibangun untuk kecepatan. Jika kita bercita-cita untuk bersepeda sepanjang jalan kota yang rata, sepeda ini cocok untuk Anda. Kekurangannya adalah sepeda ini tidak dirancang untuk kenyamanan. Dibutuhkan penyesuaian yang cukup lama untuk bersepeda dengan merunduk karena stangnya yang rendah.

Mountain Bike atau sepeda gunung. Memiliki ban yang lebih tebal, stang rata dan badan yang lebih berat. Sepeda ini dirancang untuk melewati jalanan tidak rata dan berbatu di jalur setapak pegunungan meski juga juga menyenangkan untuk dikendarai di jalanan beraspal atau di taman. Karena sepeda gunung sangat kokoh, sepeda ini lebih diseimbangkan di medan yang tidak rata dibandingkan dengan sepeda balap. Jika kita lebih suka bersepeda melalui taman atau pegunungan, maka sepeda gunung adalah pilihan yang tepat. Kekurangannya adalah, sepeda jenis ini tidak secepat sepeda balap baik saat jalan menanjak maupun turun.

Cruiser atau Hybrid. Apakah nama panggilannya, entah itu cruiser, hybrid atau comfort bike, sepeda-sepeda ini memiliki satu kesamaan; mereka praktis. Sepeda jenis ini sangat cocok untuk dikayuh berkeliling kota maupun pantai karena rancangannya yang menekankan kenyamanan daripada kecepatan. Jika kita menginginkan sebuah sepeda yang bisa dibawa saat Anda jalan-jalan ke tempat baru, maka jenis cruisers adalah pilihan tepat untuk Anda. Kekurangannya adalah sepeda jenis ini tidak didisain untuk jarak jauh maupun medan yang berat.
(artikel ini di dapat dari majalah prevention indonesia)

Saia sendiri baru aja beli jenis sepeda gunung walaupun masih dipakai buat keliling-keliling sekitar rumah aja, seru juga ternyata menikmati pemandangan sore sambil menghirup udara segar, udah sehat hemat pula..


Gini terusanNa......

KAMBING JANTAN

Minggu, 25 Januari 2009

KambingJantan sebuah KOMIK pelajar bodoh, inilah yang bikin saia jadi anak aneh di kampus kameren, soalnya benar-benar dah gak bisa nahan-nahan lagi buat ngakak pas baca ni komik. Benaran lucu ternyata, gakpapa deh diliatin dengan aneh oleh teman-teman dikampus, coba mereka baca sendiri pasti juga ketawa, kecuali kalo ternyata emang punya penyakit gak bisa ketawa.
Awalnya iseng-iseng beli pas lagi jalan ke toko buku, setelah sempat baca reviewnya komik kambing jantan di internet, pengen membuktikan aja apa emang benar selucu yang mereka katakan disana. Ternyata terbukti Raditya Dika memang makhluk gila yang bikin pembacanya juga ikut-ikutan jadi gila, ketawa-ketawa sendiri, guling-gulingan di tanah sampai membentur-benturkan kepalanya ke tembok...(gak segitunya kale).
Jadi penasaran nungguin filmnya apalagi disana yang maen kan Raditya dikanya sendiri, gak sabar juga nungguin komik selanjutnya,.

Gini terusanNa......